Prau Solo Hiking – Part2



Akhirnya kita turun menuju base camp. Melewati track yang sama cuma sekarang jalannya ke bawah. Karena kita ada bertujuh, akhirnya kita memisahkan diri menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 (ane, bang Puri, Akim) jalan duluan meninggalkan kelompok 2 (bang Tusin, bang Jaul, bang Indra, Iyan) yang harus berjalan terseok-seok karena nemenin bang Indra yang kelebihan muatan (GENDUT :D). Tau kenapa kelompok 1 tega ninggalin kelompok 2? Karena si Akim lagi kebelet nahan muntahan yang keluar dari bawah :D. Karena saking cepetnya kita jalan, si Akim sampe jatoh berkali-kali kepeleset tanah yang sama sekali ga licin. Singkat cerita kita sampai bersamaan di base camp.

turun gunung

the beauty of Dieng

the beauty of Dieng 2

akhirnya foto di pos 1 yang kelewatan (ga difoto)
Di base camp, kita lapor terus bersih2 badan yang berlumur keringat dan debu. Kita makan sisa bekal yang kita punya. Pas udah pada kekenyangan kita kasihin ke orang lain (baik kan kita J). Kita juga talking2 ama pendaki lain yang udah turun atau yang mau naik. Ga lama kemudian, datanglah hujan deras mengguyur base camp patakbanteng. Akhirnya kita tidur-tiduran di base camp.

kasir registrasi sekaligus laporan

suasana base camp prau via patakbanteng

Tiba2 2 orang di antara kita (ane lupa siapa) dateng nawarin penginapan. Rp 200.000 buat 7 orang, fasilitas 2 kamar, salah satu kamar ada tv, kasur dan bantal, charger gratis. Karena menurut kita itu udah murah, akhirnya setelah hujan kita menuju ke penginapan itu. Ibunya baik banget. Kita langsung disuruh ke atas tempat kita bakalan nginep. Dan benarlah, 2 kamar dan satu tv. Karena sudah lama tidak menonton dari kotak ajaib itu akhirnya semua pada ngumpul di kamar yang ada tv-nya. Kamar akhirnya sesek ga karukaruan, ditambah tas carrier besar2 yang ditaroh di pojokan.

Setelah lama menonton panggilan perut pun memanggil. Dia mulai menggeliat-geliat karena ga ada lagi yang bisa dicerna. Di tambah udara dingin Dieng yang lumayan buat orang kayak kita. Dan takdir memang berkata lain, si ibu penginapan datang ke kamar kita bawa tahu goreng plus sambel kecap and cabe-cabean (eh cabe rawit ding). Ga lama kemudian setelah ibunya pergi, tahu langsung hilang satu per satu pergi menyambut ajalnya ditemenin cabe atau setelah berendem di mangkok sambel kecap. Bang Indra yang emang kelaparan banget akhirnya tak kuasa menahan rasa dendamnya. Dia temuin si ibu buat pesen sepiring nasi. Ga lama dia naik lagi sambil bawa piring yang berisi ini dan itu. Ngeliat bang Indra makan, ane and bang Puri akhirnya ikut ke bawah pesen nasi. Bang Jaul juga ikutan beberapa menit setelahnya. Yang lain ga makan, mungkin mereka masih nyimpen cadangan makanan di punuknya hehehe. Setelah beberapa lama kita menghabiskan malam, akhirnya kita pergi ke alam mimpi yang menyimpan kedamaian setelah seharian berpetualang di track patakbanteng. Kita pergi menuju alam masing2, mengisi baterai buat petualangan selanjutnya.
Add caption


Comments